MEME POLITIK DALAM RUANG WACANA KOMUNIKASI POLITIK DI INDONESIA

Main Article Content

Rani Prita Prabawangi, RP
Megasari Noer Fatanti

Abstract

Fenomena komunikasi politik di Indonesia sejak tahun 2014 mulai bergeser dengan
memanfaatkan ruang-ruang virtual sebagai medan pertarungan gagasan. Kemunculan meme di
internet/media sosial turut berkontribusi dalam mengubah citra politik yang terkenal dengan dominasi
elit menjadi ulasan keseharian masyarakat awam. Sejak pemilihan presiden tahun 2014, linimasa media
sosial kerap dipenuhi oleh meme politik maupun politisi. Namun, munculnya meme dalam konstelasi
politik elektoral yang awalnya sebagai bentuk ekspresi politik dengan semangat kebebasan berpendapat
berujung pada konsekuensi hukum bagi kreator dan juga yang menyebarluaskannya. Tulisan ini hendak
menggali secara mendalam tentang makna di balik meme politik dan politisi dalam rentang waktu 2014-
2019 dan persepsi anak muda dengan fenomena meme politik dalam ruang komunikasi politik digital
di Indonesia. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana. Penelitian
ini menggunakan kerangka analisis teks hermeneutika-fenomenologis Paul Ricoeur. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa meme politik dan politisi adalah bentuk komunikasi politik keseharian yang
berpotensi untuk menumbuhkan literasi politik, partisipasi politik, serta mereduksi amarah publik.
Meme politik merupakan bentuk kritik sosial yang lebih mudah diterima karena kandungan unsur humor
di dalamnya. Meski tidak seluruh meme politik bersifat satir namun konsekuensi pidana terhadap
produktor maupun penyebar meme politik dapat membatasi ruang deliberatif anak muda dalam
menyampaikan gagasan politik mereka

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Dimensions
How to Cite
Prabawangi, R., & Fatanti, M. (2021). MEME POLITIK DALAM RUANG WACANA KOMUNIKASI POLITIK DI INDONESIA. Diakom : Jurnal Media Dan Komunikasi, 4(2), 163 - 174. https://doi.org/10.17933/diakom.v4i2.253
Section
Articles
Author Biography

Megasari Noer Fatanti, Universitas Negeri Malang

Megasari Noer Fatanti, S.I.Kom., M.I.Kom

Google Scholar: https://scholar.google.com/citations?user=3-mm1TgAAAAJ&hl=id&oi=ao

SINTA: 

References

Alim, S., & Dharma, A. F. (2021). Youtube Sebagai Ruang Publik Alternatif Bagi Anak Muda. Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(1), 1-13.

Asenbaum, H. (2018). Anonymity and democracy: Absence as presence in the public sphere. American Political Science Review, 112(3), 459-472.

Asenbaum, H. (2018). Cyborg activism: Exploring the reconfigurations of democratic subjectivity in Anonymous. New Media & Society, 20(4), 1543-1563.

Bayerl, P. S., & Stoynov, L. (2016). Revenge by photoshop Memefying police acts in the public dialogue about injustice. New media & society, 18(6), 1006-1026.

Berger, A. A. (1997). The art of comedy writing (Vol. 10). Transaction Publishers.

Boulianne, S. (2009). Does Internet use affect engagement? A meta-analysis of research. Political communication, 26(2), 193-211.

Brunello, J. (2012, August 29). Internet-memes and everyday-creativity: Agency, sociability, and the aesthetics. Retrieved from Erasmus University Thesis Repository: http://hdl.handle.net/2105/13426

Burgess, J. F. (2006). Everyday Creativity as Civic Engagement: A Cultural Citizenship View of the Media. Proceedings Communication Policy & Research Forum. Sydney: Australia.

Cameron, K. (1993), Humour and History, in Humour and History, K. Cameron (ed.), England: Intellect, 5-9.

Castaño Díaz, C. M. (2013). Defining and characterizing the concept of Internet Meme. Ces Psicología, 6(2), 82–104.

Chiaro, D. (1992). The Language of Jokes: Analyzing Verbal Play. Oxon: Routledge.

Cilibrasi, R. L., & Vitanyi, P. M. (2007). The google similarity distance. IEEE Transactions on knowledge and data engineering, 19(3), 370-383.

Colletta, L. (2009). Political Satire and Postmodern Irony in the Age of Stephen Colbert and Jon Stewart. The Journal of Political Culture, 856-874.

Dahlgren, P. (2005). The Internet, public spheres, and political communication: Dispersion and deliberation. Political communication, 22(2), 147-162.

Dahlgren, P. (2009). Media and Political Engagement: Citizens, Communication and Democracy. Cambridge University Press.

Davison, P. (2012). The Language of Internet Memes. In the Social Media Reader. NYU Press.

Dawkins, R. (1976). The Selfish Gene. United Kingdom: Oxford University Press.

Díaz, C. M. (2013, December). Defining and characterizing the concept of Internet Meme. CES Psicol.

Fatanti, M. N. (2014). Twitter dan Masa Depan Politik Indonesia: Analisis Perkembangan Komunikasi Politik Lokal Melalui Internet Twitter and the Future of Indonesian Politics: Analysis of the Development of Local Political Communication over the Internet. vol, 16, 17-28.

Friedman, S. (2014). Comedy and Distinction: The Cultural Currency of a “Good”. Abingdon: Oxon: Routledge.

Graciyal, G., & Viswam, D. (2018). Freedom of expression in social media: A political perspective. Resarch Review International Journal of Multidisciplinary, 110-113.

Graciyal, D. G., & Viswam, D. (2018). Social Media and Peace Building in Indian Politics. Research Journal of Humanities and Social Sciences, 9(1), 135-138.

Harlow, S. (2012). Social media and social movements: Facebook and an online Guatemalan justice movement that moved offline. New media & society, 14(2), 225-243.

Harlow, S. (2013). It was a Facebook revolution": Exploring the meme-like spread of narratives during the Egyptian protest. Revista de comunicación, (12), 59-82.

Haryatmoko (2002), “Hermeneutika Paul Ricoeur: Transparansi sebagai Proses”, dalam Majalah Basis, No. 05 dan 06, Tahun ke-49, Mei—Juni.

Heylighen, F. (1998). What makes a meme successful? Selection criteria for cultural evolution.

Hill, D. T., & Sen, K. (2000). The Internet in Indonesia's new democracy. Democratization, 7(1), 119-136.

Hristova, S. (2014). Visual memes as neutralizers of political dissent. tripleC: Communication, Capitalism & Critique. Open Access Journal for a Global Sustainable Information Society, 12(1), 265-276.

Inthorn, S., Street, J., & Scott, M. (2013). Popular culture as a resource for political engagement. Cultural Sociology, 7(3), 336-351.

Jenkins, H., & Deuze, M. (2008). Convergence culture: Where old and new media collide. New York and London: New York University Press.

Lim, M. (2005). @rchipelago online. The internet and political activism in Indonesia. Enschede, the Netherlands: University of Twente.

Listiyorini, A. (2017). Wacana humor dalam meme di media online sebagai potret kehidupan sebagian masyarakat Indonesia. Litera, 16 (1), 64–77.

Nilsen, D. L. (1990). The social functions of political humor. Journal of Popular Culture, 24(3), 35.

Nugroho, Y. (2011). ksi Warga: Kolaborasi, demokrasi partisipatoris dan kebebasan informasi–Memetakan aktivisme sipil kontemporer dan penggunaan media sosial di Indonesia. Laporan. Kolaborasi penelitian antara Manchester Institute of Innovation Research, University of Manchester dan HIVOS Regional Office Southeast Asia. Manchester dan Jakarta: MIOIR dan HIVOS.

Hoed, B. (2011). Benny H. Hoed, Semiotik dan dinamika sosial budaya. Depok: Komunitas Bambu.

Kuipers, G. (2010). Humor Styles and Symbolic Boundaries. Journal of Literary theory (3).

MACHIAVELLI, N. I. (1891). IL PRINCIPE. OXFORD CLARENDON PRESS.

Mahadian, A. B., Sugandi, M. S., & Prasetio, A. (2019). Evolusi Wacana Politik Dalam Internet Meme. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 23(1), 37-52.

Marcus, g., Neuman, W. R., & MacKuen, M. (2013). Affective Intelligence and Political judgement. The University of Chicago Press.

Meyer, J. C. (2000). Humor as a double-edged sword: Four functions of humor in communication. Communication theory, 10(3), 310-331.

Milner, R. (2013). Pop Polyvocality: Internet Memes, Public Participation, and the Occupy Wallstreet Movement. International Journal of Communication.

Pusanti, R. R., Haryanto. (2015). Representasi Kritik dalam Meme Politik (Studi Semiotika Meme Politik dalam Masa Pemilu 2014 pada Jejaring Sosial” Path” sebagai Media Kritik di Era Siber.

Plevriti, V. (2014). Satirical User-Generated Memes as an Effective Source of Political Criticism, Extending Debate, and Enhancing Civic Engagement. Retrieved from warwick.ac.uk: https://warwick.ac.uk/fac/arts/scapvc/ccmps/research/publications/madiss/ccps_13-14_vasiliki_plevriti.pdf

Milner, Ryan M. (2013). Pop Polyvocality: Internet Memes, Public Participation, and the Occupy Wallstreet Movement. International Journal of Communication, 7, 2357-2390.

Salikun, F.R. (2015). Paradigma Baru Hermeneutika Kontemporer Paul Ricoeur. Hermeneutik, 9(1), 161-184.

Santosa, H. P., Lestari, S. B., & Ayun, P. Q. (2018). The Reception of Memes as Political Information in the Media. In E3S Web of Conferences (Vol. 73, p. 14014). EDP Sciences.

Sharag-Eldin, A., Ye, X., & Spitzberg, B. (2018). Multilevel model of meme diffusion of fracking through Twitter. Chinese Sociological Dialogue, 3(1), 17-43.

Sci, S. A. & Dare, A. M. (2014). The pleasure and play of Pepper Spray Cop Photoshop memes. The Northwest Journal of Communication.

Seiffert-Brockmann, J., Diehl, T., & Dobusch, L. (2018). Memes as games: The evolution of a digital discourse online. new media & society, 20(8), 2862-2879.

Shifman, L. (2014). Memes in Digital Culture. MIT Press.

Sukardi, Sumarlam, & Marmanto, S. (2018). Upaya membangun humor dalam wacana meme melalui permainan bunyi (kajian semantik). Hasta Wiyata.

Susanto, E. H. (2017). Media sosial sebagai pendukung jaringan komunikasi politik. Jurnal Aspikom, 3(3), 379-398.

Tay, G. (2012). Embracing LOLitics: Popular Culture, Online Political Humor, and Play. University of Canterbury.

Taecharungroj, V., & Nueangjamnong, P. (2015). Humour 2.0: Styles and types of humour and virality of memes on Facebook. Journal of Creative Communications, 10(3), 288-302.

The Conversation. (2019, 5 Februari). The meme-ification of politics: Politicians & their ‘lit’ memes. Diakes pada 15 Januari 2021, dari https://theconversation.com/the-meme-ification-of-politics-politicians-and-their-lit-memes-110017

Van Leeuwen, T. (2004). Ten reasons why linguists should pay attention to visual communication. Discourse and technology: Multimodal discourse analysis, 7-19.

Wadipalapa, R. P. (2015). Meme culture & komedi-satire politik: kontestasi pemilihan presiden dalam media baru. Jurnal Ilmu Komunikasi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 12(1), 1-17.