PENGGUNAAN CYBERSPACE DALAM KOMUNIKASI KESEHATAN DI ERA PANDEMI

Main Article Content

Welda Yulia
Ernita Arif
Asmawi Asmawi
Elva Ronaningroem

Abstract

Pada masa pandemi komunikasi kesehatan yang baik perlu dilakukan dalam bentuk
penyampaian informasi yang jelas, akurat, cepat dan meminimalkan resiko penularan Covid-19 saat
ini. Salah satunya melakukan promosi kesehatan dengan cara non konvensional melalui dunia maya
yang sekaligus merupakan praktik dalam industry komunikasi 4.0. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis penggunaan cyberspace dalam promosi kesehatan, yang merupakan salah satu strategi komunikasi kesehatan dalam menyampaikan informasi terkait Covid-19. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan studi literatur terkait dengan cyberspace masa pandemi, Hasil penelitian menunjukan bahwa cyberspace dalam komunikasi kesehatan mampu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan khalayak tentang kesehatan serta dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya seperti saling memberikan motivasi dengan menceritakan pengalaman positif antar sesama pencari informasi kesehatan. Penggunaan cyberspace ini dalam komunikasi kesehatan mempunyai beberapa kelemahan yakni mudahnya masyarakat terpapar hoaks. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan informasi berkualitas dan mengklarifikasi hoaks

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Dimensions
How to Cite
Yulia, W., Arif, E., Asmawi, A., & Ronaningroem, E. (2021). PENGGUNAAN CYBERSPACE DALAM KOMUNIKASI KESEHATAN DI ERA PANDEMI. Diakom : Jurnal Media Dan Komunikasi, 4(2), 130 - 138. https://doi.org/10.17933/diakom.v4i2.265
Section
Articles

References

A. Andrizal, & A.Arif. (2017). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Pada Sistem E-learning Universitas Negeri Padang. Inovasi Vokasional Dan Teknologi, 17(2), 1–10.
Bacigalupe, G. (2011). Is There a Role for Social Technologies in Collaborative Healthcare. Families, Systems & Health, 29(1), 1–14.


Benigeri, M., & Pluye, P. (2010). Shortcomings of Health Information On The Internet. Health Promotion International, 18(4).
Boyington, A. R., & Et.al. (2003). Analysis of Interactive Continence Health Information on the Web. WOCN, 30, 280–285.
CDC. (2011). The Health Communicator’s Social Media Toolkit. Office Of The Associate Director For Communication.
Chumairoh, H. (2020). Ancaman Berita Bohong di Tengah Pandemi Covid-19. Vox Populi, 3(1), 22–30.
Elvinaro, A. (2004). Komunikasi Massa : Suatu Pengantar. Bandung : Simbiosa Rekatama Media.
Fettrow, E. A. (2016). Health Education in the Twitosphere: Will You Follow? Journal of Health Education Teaching, 7(1), 15–22.
Ginting, M., & Et.al. (2011). Promosi Kesehatan Di Daerah Bermasalah Kesehatan: Panduan Bagi Petugas Kesehatan Di Puskesmas. Jakarta.
Hason, C., & Et.al. (2011). Use and Acceptance of Social Media amang Health Educator. American Journal of Health Educations, 42(4).
Irwansyah, F., & Yuliati, N. (2016). Aktivitas Cyber Public Relations RS Advent Bandung. Hubungan Masyarakat Gelombang 1, 10–32, Bandung.
Jacobs, & Et.al. (2017). Health information seeking in the digital age: An analysis of health information seeking behavior among US adults. Cogent Social Sciences, 3.
Kemenkes RI. (2020). Performa Website Promkes tentang Penyebaran Informasi Terkait Covid-19. Retrieved December 10, 2020.
Korda, & Itani. (2013). Health Promotions Practice. Health Promotion International, 14(1), 15–23.
Kristopher, L., & Reicher, M. A. (2016). Web Aplication for Patient. Communications Journal of the American College of Radiology, 13(12).
Leonita, Emi, & Jalinus, N. (2018). Peran Media Sosial dalam Upaya Promosi Kesehatan. INVONTEK, 18(2), 25–34.
Leonita, Emy, & Jalinus, N. (2018). Peran Media Sosial dalam Upaya Promosi Kesehatan. Jurnal Inovasi Vokasional Dan Teknologi, 18(2).
Liliweri, A. (2007). Dasar-dasar komunikasi antarbudaya. Yogyakarta : Pelajar Pustaka.
Linda J. Bergsma. (2004). Empowerment Education The Link Between Media Literacy and Health Promotion. American Behavioral Scientist, 48(2), 152–164.
Melzner, J., & Al, E. (2014). Mobile health applications in workplace health promotion: an integrated conceptual adoption framework. Procedia Technology, 16, 1374–1382.

Moleong, L. J. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rodakrrya.
Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta.
Nurudin. (2004). Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta : PT. Raja Grafindo.
Nurudin. (2007). Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta : PT. Raja Grafindo.
Oh, H. J., & et.al. (2013). Facebooking for health: An examination into the solicitation and effects of health-related social support on social networking sites. Computers in Human Behavior, 29, 2072–2080.
Ortega, C., & Navas. (2017). The use of new technologies as a tool for the promotion of health education. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 237, 23–29.
Prasanti, D. (2018). Hambatan Komunikasi Dalam Promosi Kesehatan Program Keluarga Berencana ( KB ) IUD di Bandung. Jurnal Penelitian Komunikasi Dan Opini Publik, 22(1), 52–63.
Purwoastuti, E. (2015). Komunikasi dan Konseling Kebidanan. Yogyakarta : Pustakabarupress.
Rahmadiana, M. (2012). Komunikasi Kesehatan; Sebuah Tinjauan. Jurnal Psikogenesis, 1(1).
Rider, B. B., & Et.al. (2016). Interactive Web- Based Learning Translating Health Policy Into Improved Diabetes Care. American Journal of Preventive Medicine, 50(1), 122–128.
Simnett, E. (1994). Promosi Kesehatan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Skinner, A. H., & Et.al. (2006). Developing Internet-Based eHealth Promotion Programs: The Spiral Technology Action Research (STAR) Model Health Promotion Practice. Dermatol Clin, 10.
Uswa, R. (2021). Pandemi Covid-19 Kunjungan Pasien di Layanan Kesehatan Menurun? Portal Kesmas-ID.
Vance, K., & Et.al. (2008). Social Internet Sitesas a Source of Public Health Information. Dermatol Clin, 27, 133–136.
Wibowo, S., & Suryani, D. (2017). Pengaruh Promosi Kesehatan Metode Audio Visual Dan Metode Buku Saku Terhadap Peningkatan Pengetahuan Penggunaan Monosodium Glutamat (Msg) Pada Ibu Rumah Tangga. Kesmas, 7(2), 55~.