PORNOGRAPHICATION: SOCIAL IMPACT OF COMMODIFICATION PRACTICE OF SEX CONTENT IN THE CARTOON INDUSTRY IN INSTAGRAM

Main Article Content

Wiwid Adiyanto
Rizqi Ganis Ashari

Abstract

Konten seksual yang marak di media sosial Instagram mendapat banyak perhatian dari pengguna media sosial tersebut. Fenomena tersebut menjadi hal yang bertolak belakang bila dilihat dari aturan yang berlaku. Undang-Undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi, telah menjelaskan bahwa adanya larangan berkaitan dengan keberadaan konten pornografi di berbagai media. Objek penelitian ini adalah kartun dari akun Instagram @okkycreed dan @eslollipop yang karyanya tidak terlepas dari parodi seks. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan mekanisme pornographication sebagai dampak sosial dari komodifikasi konten seks dalam industri kartun di Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada kajian ekonomi politik media yang terkait komodifikasi. Analisis dalam studi ini mengacu pada gagasan Anette Dina Sorensen terkait pornographication. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa konten seks dijadikan daya tarik pengguna Instagram untuk mengikuti karya dari @okkycreed dan @eslollipop yang akhirnya akun tersebut bersifat komersil dengan masuknya iklan pada akun tersebut. Fenomena tabu tentang seks di Indonesia dikomodifikasi. Dampak sosial yang muncul karena maraknya konten pornografi di media sosial adalah timbulnya fenomena pornographication. Literasi media perlu dilakukan untuk menumbuhkan sikap kritis masyarakat dalam bermedia, mengingat media sosial bersifat self-regulating.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Dimensions
How to Cite
Adiyanto, W., & Ashari, R. (2021). PORNOGRAPHICATION: SOCIAL IMPACT OF COMMODIFICATION PRACTICE OF SEX CONTENT IN THE CARTOON INDUSTRY IN INSTAGRAM. Diakom : Jurnal Media Dan Komunikasi, 4(1), 53-63. https://doi.org/10.17933/diakom.v4i1.88
Section
Articles

References

Afneta, A. P. (2015). Komodifikasi Kebertubuhan Perempuan dalam Wacana Erotika dan Pornografi pada Tayangan Televisi. Jurnal Komunikasi Indonesia, 4(2), 127–139.
Aminuddin, A. T. (2017). Instagram : Bingkai Kasus Agama di Media Sosial. The Messenger, 9(2), 163–175.
Ashley, S., Maksl, A., & Craft, S. (2013). Developing a News Media Literacy Scale. Journalism & Mass Communication Educator, 68(1), 7–21. https://doi.org/10.1177/1077695812469802
Astuti, R. (2018). Skrining Tingkat Adiksi Pornografi Siswa SMP dan SMA Tahun 2017. Jurnalpuslitjakdikbud, 11(2), 83–98.
Baran, S. J., & Davis, D. K. (2012). Mass Communication Theory: Foundations, Ferment, and Future. Boston: Wadsworth.
Bramasta, D. bayu. (2019). Menurut Psikolog, Ini yang Akan Terjadi jika Seseorang kecanduan Nonton Film Porno. Retrieved from Kompas.com website: https://www.kompas.com/tren/read/2019/09/29/154627665/menurut-psikolog-ini-yang-akan-terjadi-jika-seseorang-kecanduan-nonton-film?page=all
Claretta, D., & Ariantio, I. D. (2018). Pendampingan Ibu dan Anak dalam Penggunaan Internet. Jurnal Ilmu Komunikasi, 16(2), 129–137.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2009). Handbook of Qualitative Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fahmi, R. (2017). Karya? Retrieved April 20, 2019, from Instagram website: https://www.instagram.com/p/BPCoeKQBxpY/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=ei1x2y3dnqzj
Halim, S. (2013). Postkomodifikasi Media (1st ed.; S.
Pavitrasari, Ed.). Jogjakarta: Jalasutra.
Haryatmoko. (2007). Etika Komunikasi Manipulasi Media, Kekerasan dan Pornografi. Yogjakarta: Kanisius.
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media. Business Horizons, 53(1), 59–68. https://doi.org/http://doi.org/10.1016/j.bushor.2009.09.003
McNair, B. (2013). Porno? Chic! How Pornography changed the world and made it a better place. London: Routledge.
Mosco, V. (2009). The Political Economy of Communication (2nd ed.). California: SAGE Publications.
Payne, M. T., & Alilunas, P. (2015). Regulating the Desire Machine : Custer’s Revenge and 8-Bit Atari Porn Video Games. Television & New Media, 17(1), 80–96. https://doi.org/10.1177/1527476415601212
Pfaff-Rüdiger, S., & Riesmeyer, C. (2016). Moved into action. Media literacy as social process. Journal of Children and Media, 10(2), 164–172. https://doi.org/10.1080/17482798.2015.1127838
Putri, A. W. (2017). Perang Komikus Terkait Konten Porno dalam Komik. Retrieved November 29, 2018, from Tirto.id website: https://tirto.id/perang-komikus-terkait-konten-porno-dalam-komik-cgEf
Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. , Pub. L. No. 11 (2008). Indonesia.
Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi. , Pub. L. No. 44 (2008). Indonesia.
Satyadewi, A. J., Hanifar, H., & Nugraha, A. R. (2017). Pemilihan Akun Media Sosial Instagram Oleh Holiday Inn Bandung. The Messenger, 9(2), 153–162.
Sokowati, M. E. (2017). Komodifikasi Seks Ala Majalah Hai: Safe Sex, Safe Positioning. Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(2), 106–119.
Sundari, G., & Purba, V. (2020). Strategi komunikasi Podcaster Awal Minggu dalam Membuat Konten Podcast di Spotify. Jurnal Diakom, 3(2), 148–156.
Tyler, M., & Quek, K. (2016). Conceptualizing Pornographication. Sexualization, Media, & Society, 2(2), 2374623816643281. https://doi.org/10.1177/2374623816643281