PANAS PELA OF EDUCATION: CULTURE-BASED COMMUNICATION MEDIA AS DESEGREGATION AFTER AMBON CONFLICT

Main Article Content

Anju Nofarof Hasudungan

Abstract

Keberhasilan kearifan lokal Pela Gandong sebagai media resolusi konflik berlanjut menjadi media komunikasi berbasis budaya sebagai desegregasi. Hal tersebut terjadi dikarenakan resolusi konflik Ambon masih menyisakan segregasi atau pemisahan wilayah berdasarkan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya desegregasi di bidang pendidikan antara SMPN 9 Kota Ambon dengan jumlah siswa 1431 jiwa dan 99 % beragama Kristen/Katolik dan SMPN 4 Salahutu Liang Kabupaten Maluku Tengah dengan jumlah siswa 414 dan 100 % beragama Islam. Penelitian ini dilakukan pada Januari 2018 dan November 2019 dengan mengunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus jamak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, analisis dokumen dan studi pustaka. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa siswa dari kedua sekolah yang berbeda agama dapat berkomunikasi dan berinteraksi sosial melalui Panas Pela Pendidikan. Tanpa adanya segregasi, siswa kedua sekolah dapat menampilkan atraksi budaya seperti tarian, lagu dan puisi. Selain itu, secara bersama-sama mengadakan; kegiatan pramuka, camping, Natal, halalbilhalal, buka puasa, lomba Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni). Kedua sekolah juga mengadakan pertukaran guru dan menjadi bagian pembuatan film Provokator Damai tahun 2013 sebagai bentuk kampanye perdamaian dan nilai keberagaman multikultural.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Dimensions
How to Cite
Hasudungan, A. (2021). PANAS PELA OF EDUCATION: CULTURE-BASED COMMUNICATION MEDIA AS DESEGREGATION AFTER AMBON CONFLICT. Diakom : Jurnal Media Dan Komunikasi, 4(1), 1-10. https://doi.org/10.17933/diakom.v4i1.89
Section
Articles

References

Aziz SR, A. (2019). Transformasi Konflik Dan Peran Pemerintah Daerah. Journal of Urban Sociology, 2(1),28–41. https://journal.uwks.ac.id/index.php/sosiologi/article/download/609/576
Bakri, H. (2015). Resolusi Konflik melalui Pendekatan Kearifan Lokal Pela Gandong di Kota Ambon. The POLITICS : Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, 1(1), 51–60. http://journal.unhas.ac.id/index.php/politics/article/view/133/pdf
Bungin, B. (2007). Sosiologi Komunikasi. Fajar Interpratama Grafika.
Business Study Notes. (2015). Process of Communication.
Dandirwalu, R. (2016). Totem Ambon Manise:Membongkar Segregasi Teritorial Berbasis Agama Di Kota Ambon. Antropologi Indonesia, 35(1), 30–44. https://doi.org/10.7454/ai.v35i1.5511
Hasudungan, A. N. (2020). Panas pela of education : Desegregation of Muslim and Christian post-reconciliation at SMPN 4 Salahutu Liang and SMPN 9 Ambon. Simulacra, 3(2), 223–236. https://doi.org/https://doi.org/10.21107/sml.v3i2.7854.g5051
Hasudungan, A. N., Sariyatun, S., Joebagio, H., & Sartika, L. D. (2020). Transformasi kearifan lokal pela gandong dari resolusi konflik hingga pendidikan perdamaian di maluku. Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya, 5(1), 37–50. https://doi.org/https://doi.org/10.25217/jf.v5i1.784
Hasudungan, A. N., & Sartika, L. D. (2020). Model Pendidikan Perdamaian Berbasis Kearifan Lokal Pela Gandong Pada Pembelajaran IPS Pasca Rekonsiliasi Konflik Ambon. Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE), 2(1), 20–32. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.29300/ijsse.v2i1.2658
HL. (2019). Wawancara Guru SMPN 9 Kota Ambon pada 13 November.
Hidayat, R. (2018). Segregasi Residensial dan Intersubyektivitas Kewarganegaraan Masyarakat Desa Oi Bura. Journal of Governance, 3(1). https://doi.org/10.31506/jog.v3i1.882
Husain, T., & Buchori, B. (2001). Ketika Semerbak Cengkih Tergusur Asap Mesiu, Tragedi Kemanusiaan Maluku di Balik Konspirasi Militer, Kapitalis Birokrat, dan Kepentingan Elit Politik. Sekretariat Tapak Ambon.
Hyett, N., Kenny, A., & Dickson-Swift, V. (2014). Methodology or method? A critical review of qualitative case study reports. International Journal of Qualitative Studies on Health and Well-being, 9(1), 23606. https://doi.org/10.3402/qhw.v9.23606
Jati, W. R. (2013). Kearifan Lokal Sebagai Resolusi Konflik Keagamaan. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 21(2), 393. https://doi.org/10.21580/ws.2013.21.2.251
Jules-Rosette, B., & Mehan, H. (1986). School Desegregation Research New Directions in Situational Analysis (M. Prager, Jeffrey, Longshore, Douglas, Seeman (Red)). Plenum Press. https://doi.org/10.107/978-1-4613-2135-4
Kalay, N. S. (2020). Segregasi pasca konflik, communal discourse dan material culture bagi penguatan agama dan kebangsaan di maluku. Arumbae: Jurnal Ilmiah Teologi dan Studi Agama, 2(1), 46–58. https://doi.org/10.37429/arumbae.v2i1.414
KontraS. (1999). SIARAN PERS KONTRAS NO. 40/SP- KONTRAS/IX/99 Perkembangan Terakhir Konflik di Ambon. http://kontras.org/backup/home/index.php?module=pers&id=121
Malisngorar, J. (2017). Pela Gandong Sebagai Sarana Penyelesaian Konflik. Jurnal perspektif, 22(1), 66–79. http://jurnal-perspektif.org/index.php/perspektif/article/view/589
Merriam, S. B. (2009). Qualitative Research: A Guide to Design and Implementation (3rd ed). Jossey-Bass.
Muchtar, K., Koswara, I., & Setiaman, A. (2016). Jurnal Manajemen Komunikasi Komunikasi Antar Budaya Dalam Perspektif Antropologi. Jurnal Management Komunikasi, 1(1), 1/16. http://journal.unpad.ac.id/manajemen-komunikasi/article/download/10064/4923
MY. (2019). Wawancara Guru SMPN 4 Salahutu Liang.
Nurdin, E. (2018). Saling bunuh, saling bakar sampai... ’sayang kamu semua’: Mantan tentara anak Islam dan Kristen Ambon. BBC Indonesia.
Oxford Reference. (2013). Overview desegregation.
Qurtuby, S. Al. (2013). Peacebuilding in Indonesia: Christian-Muslim Alliances in Ambon Island. Islam and Christian-Muslim Relations, 24(3), 349–367. https://doi.org/10.1080/09596410.2013.785091
Qurtuby, S. Al. (2017). Sentimen Anti-Cina di Indonesia. DeutscheWelle.com. https://www.dw.com/id/sentimen-anti-cina-di-indonesia/a-36974659
Rahardjo, T. (2005). Menghargai perbedaan kultural: mindfulness dalam komunikasi antaretnis. Pustaka Pelajar.
Rahawarin, Y. (2017). Kerjasama Antar Umat Beragama: Studi Rekonsiliasi Konflik Agama di aluku dan Tual. Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 7(1), 95. https://doi.org/10.24042/klm.v7i1.451
Rivkin, S. (2010). Desegregation, Academic Achievement and Earnings. In International Encyclopedia of Education (bll 394–401). Elsevier. https://doi.org/10.1016/B978-0-08-044894-7.01238-0
AS. (2019). Wawancara Guru SMPN 9 Kota Ambon pada 14 November.
Salenussa, B. J. M., & Mataheru, N. M. (2019). Development of Integration Education Model Pela-Gandong Local Based on Local Content in Primary Schools in Ambon City. 2, 118–127. https://doi.org/10.35940/ijrte.B1027.0982S919
Samsul Ode. (2015). Budaya Lokal Sebagai Media Resolusi Dan Pengendalian Konflik Di Provinsi Maluku (Kajian,Tantangan Dan Revitalisasi Budaya Pela). Budaya Lokal Sebagai Media Resolusi Dan Pengendalian Konflik Di Provinsi Maluku (Kajian,Tantangan Dan Revitalisasi Budaya Pela), 6(2), 93–100. https://doi.org/10.14710/politika.6.2.2015.93-100
Spatial Segregation and Ethno-Religious Violence : (2014).
Titaley, E., Kanto, S., Wisadirana, D., & Mardiyono. (2018). Pela Dan Gandong Culture As Basic of A Network Formation For Poverty Alleviation In The Village. Advances in Social Sciences Research Journal, 5(3), 14–22. https://doi.org/10.14738/assrj.53.4247
Turner, K. T. (2006). Competing Myths of Nationalist Identity : Ideological Perceptions of Conflict in Ambon , Indonesia [Murdoch University]. https://researchrepository.murdoch.edu.au/id/eprint/374/
Wakano, A. (2019). Nilai-nilai Pendidikan Multikultural dalam Kearifan Lokal Masyarakat Maluku. al-iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(2), 26–43. https://jurnal.iainambon.ac.id/index.php/ALT/article/download/1006/628
Zellatifanny, C. M., & Mudjiyanto, B. (2018). Tipe Penelitian Deskripsi Dalam Ilmu Komunikasi. Diakom : Jurnal Media dan Komunikasi, 1(2), 83–90. https://doi.org/10.17933/diakom.v1i2.20