MAKNA JURNALISME DALAM ERA DIGITAL : SUATU PELUANG DAN TRANSFORMASI

Main Article Content

Djoko Waluyo

Abstract

Abstrak- Artikel ini  mengulas tentang  makna jurnalisme konvensional  yang dewasa ini dipraktikkan dalam era digital. Kemajuan teknologi Internet telah membuka peluang yang lebih luas bagi media konvensional untuk memanfaatkan teknologi konvergensi media dan sekaligus mulai bertransformasi untuk berubah sebagai media digital dengan mengkonstruksi kembali kebijakan redaksi,organisasi media , manajemen media,sumber daya manusia hingga sasaran khalayak yang dituju dalam sebagai media baru. Konsep  jurnalisme konvensional  yang dirumuskan sebagai berita  yang melaporkan setelah kejadian, berubah menjadi konsep berita yang melaporkan pada waktu bersamaan peristiwa berlangsung. Media baru bersifat multi-arah, bukan hanya searah. Tidak mempunyai ’khalayak’ sehingga tidak ada publik massa. Media baru sangat beragam dalam bentuk dan kontennya.Bahan artikel ini bersumber dari  buku-buku dan literatur yang terkait. Analisis dilakukan  kualitatif-deskriptif.  Diharapkan artikel ini dapat memberi pemahaman lebih jelas mengenai perkembangan jurnalisme dalam era digital yang telah hadir ditengah-tengah masyarakat luas.  


 

Article Details

How to Cite
Waluyo, D. (2018). MAKNA JURNALISME DALAM ERA DIGITAL : SUATU PELUANG DAN TRANSFORMASI. Diakom : Jurnal Media Dan Komunikasi, 1(1), 33 - 42. https://doi.org/10.17933/diakom.v1i1.17
Section
Articles

References

Arismunandar, Satrio (2006). ”Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Sebuah Refleksi Perlawanan Jurnalis Terhadap Penguasa Orde Baru”, Jurnal Studi Komunikasi dan Media. Volume 10, Nomor 2 (Juli-Desember 2006).

Ecip,S. Sinansari (2000). ”Masih Bisakah Berharap pada Media Massa”, dalam Nasionalisme Perburuan Tanpa Tepi. Jakarta: Badan Informasi dan Komunikasi Nasional.

Haryanto,Ignatius (2014). Jurnalisme Era Digital-Tantangan Industri Media Abad 21.Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Satria. (2017). “Jurnalisme di Era Digital sebagai Transformasi sekaligus Tantangan”. Diakses tanggal 06 Juli 2018 dari https://ugm.ac.id/id/news/14661-%20jurnalisme.di.era.digital.sebagai.transformasi.sekaligus.tantangan
Suryopratomo (2007). “Profesionalisme untuk Membangun Integritas dan Kepercayaan”, dalam St.Sularto (ed) Kompas Menulis dari Dalam.
Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Hikmat Kusumaningrat dan Purnama K (2006). Jurnalistik Teori dan Praktik. Bandung: Remaja Rosda Karya. Kompas, 17 April 2003.
Kompas, Edisi 17 April 2003.

Kovach,Bill dan Tom Rosentail (2006). Sembilan Elemen Jurnalisme. Terjemahan Yusi A.Pareanom. Jakarta: Yayasan Pantau.

McQuail,Denis (2011).Teori Komunikasi Massa.McQuail Edisi 6 Buku 2. Terjemahan Putri Iva Izzati, Jakarta : Salemba Humanika.


Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.


Siebert,Fred .S, T Peterson dan W.Schramm (1986),Empat Teori Pers, alihbahasa Putu Laxman S.Pendit.Jakarta: Intermasa.

Werner J. Severin dan James W. Tankard, Jr (2005).Teori Komunikasi- Sejarah, Metode dan Terapan di Dalam Media Massa. Edisi Kelima, Jakarta: Kencana.

Wright, Charles R (1988) , Sosiologi Komunikasi Massa, terjemahan disunting oleh Jalaluddin Rakhmat. Bandung: Remaja Karya.