RESEPSI PENONTON ATAS WACANA POLIGAMI PADA FILM (STUDI PADA PENONTON FILM “BERBAGI SUAMI” (2006)) Audience Reception on Polygamy Discourse on Film (Phenomenological Study on Monogamous Muslim Men Viewing "Berbagi Suami" Film (2006))

Main Article Content

Ayu Tiara Maretha
Surya Anantatama
Vicky ATH
Vienty Andlika

Abstract

Abstrak - Poligami selalu menjadi diskusi yang menarik karena melahirkan dua kelompok yang selalu dalam posisi pro dan kontra di masyarakat. Hal ini mendorong peneliti untuk melakukan penelitian mengenai wacana poligami melalui media film yang menggambarkan realita poligami berdasarkan gambaran sutradara yang kemudian ditonton oleh subjek penelitian guna melihat resepsi subjek atas wacana poligami. Film “Berbagi Suami” diangkat menjadi objek penelitian yang berusaha memandang persoalan ini dari kacamata subjek dan objek di dalam film tersebut, terutama dalam membahas isu poligami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan strategi fenomenologi. Subyek penelitian berfokus pada penonton film “Berbagi Suami”, yakni pria muslim yang memiliki status marital monogami. Untuk mendapatkan makna dari subjek dan objek, maka peneliti menganalisis fenomena poligami berdasarkan percakapan antar tokoh dan potongan adegan pada film “Berbagi Suami”. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teori resepsi encoding-decoding oleh Stuart Hall dengan menggunakan tiga konsep Dominant Hegemonik, Negotiated, Oppositional.


Abstract – Polygamy has always been an interesting discussion because it gave birth to two groups that were always in pro and contra positions in the community. This encourages researchers to conduct research on polygamy discourse through film media that describes the reality of polygamy based on the description of the director who is then watched by the subject of research to see the reception of the subject of the polygamy discourse. The film "Berbagi Suami" was appointed as the object of research that sought to view this issue from the perspective of the subject and object in the film, especially in discussing the issue of polygamy. This study uses a qualitative approach using phenomenology strategies. The research subjects focused on the audience of the film "Berbagi Suami", namely Muslim men who have monogamous marital status. To get the meaning of the subject and object, the researcher analyzed the phenomenon of polygamy based on conversations between characters and pieces of scenes in the film "Berbagi Suami". In this study the researcher used the reception theory of encoding-decoding by Stuart Hall using three Dominant Hegemonic concepts, Negotiated, Oppositional.

Article Details

How to Cite
Maretha, A., Anantatama, S., ATH, V., & Andlika, V. (2018). RESEPSI PENONTON ATAS WACANA POLIGAMI PADA FILM (STUDI PADA PENONTON FILM “BERBAGI SUAMI” (2006)). Diakom : Jurnal Media Dan Komunikasi, 1(2), 74-82. https://doi.org/10.17933/diakom.v1i2.28
Section
Articles

References

Artikel Jurnal

Bailey, M., & Kaufman, A. J. (2010). Polygamy in the monogamous world: multicultural challenges for. California: Preager.

Firdaus, R. dan M. S. Jani. (2013). ‘The Positive Role of Polygamy in Reducing Women Socio- Related Problems in Malaysia’ dalam American International Journal of Social Science, Vol.2, No. 3, pp. 72-82.
Richardson, L. (1988). ‘Secrecy and Status: The Social Construction of Forbidden Relationships’ dalam American Sociological Review, Vol. 53, No. 2, pp. 209-219.
Savitri, I.M. (2017). ‘Strategi Coping dan Subjective Well-Being pada Istri Korban Perselingkuhan’ dalam Psikoborneo., Vol. 5 (2), pp. 331-245.
Thobejane, T. D. (2014). ‘An Exploration of Polygamous Marriages: A Worldview’ dalam Mediterranean Journal of Social Sciences, Volume 5, No. 27, pp. 1058-1066.

Yuliani, O. D. (2015). Pemaknaan Pesan Pencegahan Penyalahgunaan Bahan Berbahaya pada Pangan (Studi pada Kelompok Ibu Rumah Tangga Pengguna Potensial Pewarna Pangan).
Buku

Ajidarma, S. G. (2002). Kisah Mata: Perbincangan tentang Ada. 1 ed. Yogyakarta: Galang Press.
Haryatmoko. (2016). Critical Discourse Analysis (Analisis Wacana Kritis): Landasan Teori, Metodologi dan Penerapan. 1 ed. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Imron, Ali. (2012). Menimbang Poligami dalam Hukum Perkawinan. Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum QISTI Vol. 6 No. 1.
Littlejohn, J. (2017). Theories of Human Communication. New York: Waveland Press Inc.
Nurmila, N. (2009). Women, Islam and everyday life : renegotiating polygamy in Indonesia. Oxon: Routledge.

Smith, O. A., Flowers, P. & Larkin, M. (2009). Interpretative Phenomenological Analysis, Theory, Method and Research. London: SAGE Publications.
Daring

Romdlon, M. (2017) ‘Selain Surga yang Tak Dirindukan,4 Film ini juga Bertemakan Poligami’ dalam Brilio.net (daring)